Hai ..

..  yok opo kabare rek? 
..  podho zuehuats yow?

Advertisements

WIRID dan DOA usai SHOLAT FARDLU

Dhuhur, ‘Ashar, Maghrib, ‘Isyak dan Shubuh)
(versi sederhana)

usai salam, sebelum berubah dari posisi duduk tahiyat akhir:

  • as-tagh-firul-loohal ‘adhiim alla-dzii laa-ilaa-ha illaa huwal haiyul qoiyuumu wa-atuubu ilaiiih ..3x
  • laa-ilaa-ha illalloohu wah-dahuu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu yuh-yii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syai-ing qodiiir ..3x

posisi duduk (boleh) berubah (bersila dsb, kalau kuat biarkan posisi duduk tahiyat tadi, lebih afdlol):

  • alloohumma antas salaam, wamingkas salaam, wa-ilaika ya’uudus salaam, fahaiyinaa robbanaa bis salaam, wa-ad-hilnal jannata daaros salaam, tabaarokta robbanaa wata’aalaita yaa dzal-jalaali wal-ik-rooom ..
  • baca al-faatihah ..
  • wa ilaa hukum ilaahuw waahid, laa-ilaa-ha il-laa huwar rohmaanur rohiiim ..
  • alloohu laa-ilaaha-illaa huwal haiyul qoiyuuum, laa ta’khu-dhuhuu sinatuw walaa nauum, lahuu maa fissamaawaati wamaa fil-ar-dl, man dzalla-dzii yasy-fa’u ‘indahuu illaa bi-idz-nih, ya’lamu maa baina aidiihim, wamaa kholfahum, walaa yuhii-thuuna bi-syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa-syaa’, wasi-‘a kur-siyyuhus samaawaati wal-ar-dlo walaa ya’uu-duhuu hif-dhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘a-dhiiim ..
  • sub-haanalloooh ..33x
  • al-hamdu lillaaah ..33x
  • alloohu akbar ..33x
  • laa-ilaa-ha illalloooh ..100x

berdoa:

  • al-hamdu lillaahi robbil ‘aalamiiin ..
  • alloohumma sholli ‘alaa saiyidinaa muhammad wa ‘alaa aali saiyidinaa muhammad ..
  • alloohumma innaa nas-aluka salaamatan fid-diiin, wa ‘aafiyatan fil-jasadi, wa ziyaadatan fil-‘ilmi, wa barokatan fir-rizqi, wa taubatan qob-lal mauut, wa rohmatan ‘indal mauut, wa magh-firotan ba’dal mauut, alloohumma hauwin ‘alainaa fii sakarootil mauut, wan najaata minan naar, wal ‘af-wa ‘indal hisaaab ..
  • alloohummaj’alnii wa-zaujatii wa-dzurriyyatii min ahlil ‘ilmi wal-khoiir wat-tuqoo wal-‘afaafa wal-ghinaa, walaa taj’alnii wa-iyyaahum min ahlil jahli wasy-syarri wadl-dloiiir ..
  • (kalau menjadi imam: alloohummaj’alna wa-azwaajinaa wa-dzurriyyaatinaa min ahlil ‘ilmi wal-khoiir wat-tuqoo wal-‘afaafa wal-ghinaa, walaa taj’alnaa wa-iyyaahum min ahlil jahli wasy-syarri wadl-dloiiir .. )
  • alloohumma anzilir rohmatan wan-ni’matan wa-syafaa’atan wal-magh-firotan ‘alaa hadl-roti .. almarhum bapak/ ibu/ sdr (bebas) ..
  • alloohummagh-firlahum war-hamhum wa’aafihim wa’fu’anhum ..
  • robbanaa aa-tinaa fid-dun-yaa hasanah, wafil aa-khiroti hasanah, wa-qinaa ‘a-dzaaban naaar ..
  • wa-shollalloohu ‘alaa saiyidinaa muhammadin wa’alaa aalihi wa-shoh-bihii wa-sallam ..
  • wal-hamdu lillaahi robbil ‘aa-lamiiin ..
  • baca al-faatihah ..

11. MASALAH PENTING LAINNYA

11.1. SUNTIK (di luar lubang telinga, hidung, mulut, qubul, dubur) –> TIDAK BATAL, juga obat mata (meskipun di tenggorokan terasa pahit).

11.2. MEMAMAH MAKANAN untuk ndulang (menyuapi) anak, asalkan tidak ditelan dan langsung berkumur jangan sampai ada yang katut –> TIDAK BATAL.

11.3. CELAKAN –> TIDAK BATAL.

11.4. Menelan air ludah sendiri yang belum keluar dari mulut –> TIDAK BATAL.

11.5. Ngompres/ nggrojog/ ngguyur kepala dengan air –> TIDAK BATAL.

11.6. Tidur sejak shubuh sampai maghrib –> TIDAK BATAL.

11.7. Lupa makan/ minum (tidak sengaja) –> TIDAK BATAL.

11.8. Muntah yang tidak disengaja –> TIDAK BATAL.

11.9. Ketelan selilit yang katut air ludah –> TIDAK BATAL.

11.10. Kemasukan debu, lalat, nyamuk –> TIDAK BATAL.

(walloohu a’lam bish-showaab)
[disarikan dari kitab RISAALATUS SHIYAAM dan catatan pinggir [side note] kitab SAFIINATUN NAJAA]

10. DERAJAT/ TINGKATAN PUASA ada 3

10.1. puasanya orang AWAM (umum)

–> tidak makan, tidak minum, tidak berhubungan intim (bersenggama) pada siang hari, dan meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa

10.2. puasanya orang KHOWAS (sholihiin)

10.2.1. selain 10.1. di atas, juga menjaga tubuh/ organ tubuhnya dari dosa, tidak melihat yang haram, tidak GHIBAH [ngerasani/ menggosip] orang lain, tidak berbohong, tidak NAMIIMAH [adu-adu], tidak mendengarkan suara-suara yang makruh, berbuka dengan yang halal dan secukupnya [tidak berlebihan]

10.2.2. khomsatu as-yaa-a tuh-bithush-shoumal kidz-bu wal-ghiibatu wan-namiimatu wal-yamiinul ghomuusu wan-na-dhoru bi-syah-watin
–> 5 hal yang menghilangkan pahala puasa: berbohong, ngerasani, adu-adu, sumpah palsu, dan melihat lawan jenis dengan syahwat/ birahi
(termasuk juga menyakiti tetangga)

10.3. puasanya orang KHOWASUL KHOWAS [shiddiiqiin; ambiyaa’]
–> selain 10.1. dan 10.2. di atas, juga hati dan pikirannya ikut berpuasa, yaitu meninggalkan hal-hal yang hina dan yang bersifat duniawi –> jadi hati dan pikirannya hanya untuk menghadap pada Allooh.

(walloohu a’lam bish-showaab)

–> bersambung 11. MASALAH PENTING LAINNYA
(disarikan dari kitab RISAALATUS SHIYAAM dan catatan pinggir [side note] kitab SAFIINATUN NAJAA)

09. SUNNAHNYA PUASA

9.1. menyegerakan berbuka pada saat maghrib, bila ada berbukalah dengan korma (tamar), jika tidak ada cukup dengan air putih saja, kemudian berdoa:

alloohumma laka sumtu wabika aa-mantu wa-‘alaa rizqika af-thor-tu
wa-dzahabadh dhomaa-u wab-tallatil ‘uruuqu
wa-tsabatal aj-ru insyaaa alloohu ta’aalaa
(mohon maaf nulisnya pakai ponsel yang tidak bisa nulis arab)

9.2. mengakhirkan sahur

9.3. meninggalkan kata-kata yang tidak berfaedah

–> rubba shoo-imin hadh-dhuhu min shiyaamihil juu’u wal’athos
(banyak orang berpuasa yang hanya mendapatkan lapar dan haus saja, karena tidak bisa menjaga [ngrekso] tatatertib puasa)

(walloohu a’lam bish-showaab)

–> bersambung 10. DERAJAT/ TINGKATAN PUASA = 3
(disarikan dari kitab RISAALATUS SHIYAAM dan catatan pinggir [side note] kitab SAFIINATUN NAJAA)

08. ADA 4 MOKEL LAGI

PUASA
8. ADA 4 MOKEL LAGI

8.1. Wajib Qodlo’ dan Wajib Bayar Fidyah

8.1.1. mokel karena menyelamatkan orang lain, misalnya:
8.1.1.1. menolong orang yang tenggelam dan kemasukan/ tertelan air sehingga batal
8.1.1.2. orang hamil/ menyusui yang mokel karena hawatir mengganggu kesehatan anaknya

8.1.2. orang yang mengqodlo’ romadlon sudah pada akhir bulan sya’ban kemudian mokel, lalu bulan sudah romadlon lagi, padahal seandainya orang ini mau cepat-cepat mengqodlo’ pada hari-hari yang lalu waktunya masih longgar dan bisa

(FIDYAH= diberikan pada orang miskin; 1 hari= 1 mud= 1 kati= 6 ons; di Indonesia fidyah memakai BERAS yang dikonsumsinya)

8.2. Wajib Qodlo’ tetapi Tidak Wajib Bayar Fidyah
8.2.1. orang sakit epilepsi/ ayan
8.2.2. lupa berniat puasa pada malam harinya
8.2.3. sengaja mokel

8.3. Wajib Bayar Fidyah tetapi Tidak Wajib Qodlo’
–> yaitu orang tua renta yang tidak kuat berpuasa

8.4. Tidak Wajib Qodlo’ dan Tidak Wajib Bayar Fidyah
–> orang gila yang tidak disengaja.
(walloohu a’lam bish-showaab)

–> bersambung 9. SUNNAHNYA PUASA
(disarikan dari kitab RISAALATUS SHIYAAM dan catatan pinggir kitab SAFIINATUN NAJAA)

07. MOKEL DI BULAN ROMADLON ada 4

PUASA

7. MOKEL DI BULAN ROMADLON ada 4

7.1. wajib mokel bagi wanita yang sedang haid dan nifas

7.2. mubah/ wenang/ boleh mokel karena bepergian yang bersyarat tidak bermaksiat, dan lebih dari 90 km, keluar dari batas wilayah/ desanya sebelum fajar shodiq.

catatan:
7.2.1. bagi orang sakit, bila berpuasa khawatir menjadi parah dan yang mengharuskan tayammumn –> boleh mokel

7.2.2. bila sakit berpuasa malah bisa merusakkan anggota/ organ tubuhnya –> wajib mokel

7.2.3. bila sakitnya ringan: pusing atau sakit gigi –> haram mokel

7.3. tidak wajib mokel, tidak mubah, tidak haram, tidak makruh –> orang gila

7.4. haram mokel bagi yang mengakhirkan qodlo’ puasa romadlon sampai waktunya sempit, hampir masuk bulan romadlon lagi, dan bila sedang ada di rumah dan sehat

–> bersambung 8. ADA 4 MOKEL LAGI
(disarikan dari kitab RISALATUS SHIYAAM dan catatan pinggir kitab SAFIINATUN NAJAA)

06. WAJIB QODLO’ dan IMSAK ada 6

PUASA
6. WAJIB QODLO’ dan IMSAK ada 6

Orang yang berpuasa Romadlon, apabila melakukan salah satu dari 6 (enam) hal ini
WAJIB IMSAK (yaitu tidak makan dan minum di siang hari/ seperti berpuasa) dan WAJIB QODLO’.

6.1. sengaja mokel/ membatalkan puasa

6.2. tidak berniat puasa fardlu di malam harinya

6.3. sahur dikira masih malam hari ternyata sudah siang/ sudah subuh/ matahari sudah terbit

6.4. berbuka dikira sudah maghrib ternyata masih siang/ matahari belum terbenam/ sun set

6.5. mengira masih tanggal 30 sya’ban ternyata sudah tanggal 1 romadlon

6.6. berkumur dan menghirup air lewat hidung, airnya tertelan/ masuk.

–> bersambung 7. MOKEL DI BULAN ROMADLON
(dikutip dari catatan pinggir kitab ‘safiinatun najaah’)

05. WAJIB QODLO’ dan BAYAR KAFAROT

PUASA
5. WAJIB QODLO’ dan BAYAR KAFAROT

Orang yang berpuasa Romadlon, apabila bersenggama di siang hari, TETAP BERDOSA,
dia WAJIB QODLO’, WAJIB TA’ZIR (diajar), dan WAJIB BAYAR KAFAROT’ (memerdekakan budak mu’min, atau berpuasa 60 hari berturut-turut tidak boleh putus-putus).

–> bersambung 6. WAJIB QODLO’ dan IMSAK

(dikutip dari catatan pinggir kitab ‘safiinatun najaah’)

04. YANG MEMBATALKAN PUASA ada 8

PUASA
4. YANG MEMBATALKAN PUASA ada 8

4.1. Masuknya sesuatu ke lubang tubuh (mulut, hidung, telinga, anus, kemaluan)

4.2. Sengaja muntah

4.3. Bersenggama

4.4. Keluar sperma disebabkan bersentuhan/ bersenggolan

4.5. Haid/ menstruasi

4.6. Nifas

4.7. Gila/ edan

4.8. Murtad/ keluar dari Islam.

–> bersambung 5. WAJIB QODHO’ dan BAYAR KAFAROT
(dikutip dari catatan pinggir kitab ‘safiinatun najaah’)